RATUSAN bobotoh yang pulang menggunakan kereta api (KA) Pasundan setelah mendukung skuad Maung Bandung dari Sidoarjo kembali mengalami perjalanan pahit. Setelah beberapa saat gerbong Kereta Api (KA) Pasundan yang mereka tumpangi hampir saja lepas, kali ini sekitar 300 bobotoh yang membawa oleh-oleh kekecewaan karena tim kesayangannya Persib ditaklukan tuan rumah Deltras 1-4, dihujani lemparan batu saat melewati Kota Solo.
Sebelum kereta yang mereka tumpangi memasuki wilayah Solo, para bobotoh ini telah bersiap-siap menyelamatkan diri, karena kabar penyerangan sudah mereka terima sebelumnya.
Meski bobotoh sudah berusaha melakukan tindakan penyelamatan, namun tidak sedikit dari bobotoh yang ada di dalam gerbong terkena lemparan batu maupun pecahan kaca, dikarenakan yang melempar jumlahnya jauh lebih banyak.
“di Solo kita diserang sekelompok warga yang diduga suporter Persis Solo. Banyak bobotoh yang jadi korban lemparan batu dan pecahan kaca, tapi ga tau berapa jumlahnya, pokonya banyak,” ujar Uung bobotoh dari Cijerah yang ikut bersama rombongan di dalam gerbong KA Pasundan saat dihubungi persibholic.com, Minggu (3/10/2010).
Sementara Uung dan bobotoh lainnya menyesalkan tindakan aparat kepolisian setempat yang hanya berdian diri saat kejadian tersebut.“Polisi Solo tidak ada tindakan apapun, malah mereka hanya diam saja saat kita dihujani batu,” pungkasnya.(Pupu Saeful Bachri)
Selasa, 05 Oktober 2010
KA Yang Ditumpangi Bobotoh Dihujani Batu Saat Melintas Solo
18.17
Julian Faisal


