Selasa, 05 Oktober 2010

Mendeteksi Lemak Melalui "Bodyfat Monitor"

Dokter ahli gizi, dr.Phaidon L Toruan bertemu dengan manajer H Umuh Muchtar dan pemain di ruang ganti Stadion Siliwangi, Rabu (6/10) pagi. Dalam kesempatan itu, Phaidon menjelaskan pentingnya seorang atlet untuk memerhatikan nilai gizi agar dapat meningkatkan kualitas stamina dan konsentrasi pada saat pertandingan. "Jika diibaratkan motor, saat ini kondisi pemain adalah motor kapasitas 110 cc. Dengan menjalani program diet dan menu khusus, saya akan membuat kemampuan kalian naik menjadi motor berkapasitas 150 cc," ujarnya kepada pemain sambil menjelaskan tentang pentingnya pengaturan pola makan yang sehat agar menunjang kinerja di lapangan.

Phaidon pun meminta pemain dan ofisial untuk bisa kerjasama menjalankan program yang dia canangkan. Meski tidak dapat mengontrol pemain setiap hari karena kesibukkannya yang juga menangani pemain di Timnas, Phaidon memberikan wewenang mengontrol menu makanan pemain kepada asistennya Ivan Rivan Firdaus sebagai staff ahli gizi dan supervisor harian, fitness, dan "Conditioning". Selain Ivan, Phaidon pun dibantu salah satu mahasiswi yang sedang menjalani penelitian, yakni Rika Soraya. Rika yang mengambil sampel kadar lemak dari pemain dengan menggunakan "Bodyfat Monitor", bertujuan untuk mengontrol kadar lemak dan perkembangan dari program yang diterapkan kepada pemain oleh Phaidon.
Dengan mengonsumsi menu khusus nasi merah, lauk pauk yang di kukus dan menu tambahan lainnya yang sudah dipersiapkan, Phaidon akan terus mengontrol kadar lemak pemain. Dengan demikian, tubuh pemain akan dibentuk agar memiliki bentuk ideal sebagai seorang atlet. Yakni, dengan memiliki porsi tubuh yang rendah lemak dan otot terbentuk.

Sementara cara mengetahui kadar lemak dengan menggunakan "Bodyfat Monitor" sangatlah mudah. Pemain hanya harus memasukan angka-angka yang terdiri dari angka tinggi badan, berat badan, usia, dan memilih jenis kelamin. Setelah itu, pemain hanya diminta untuk merentangkan tangannya lurus kenbdepan sambil memegang alat tersebut selama minimal 5 detik. Sebagai contoh, jika pemain memasukan angka 172 untuk tinggi badan, 70 untuk berat badan, 30 untuk usia, dan memilih Male (pria) sebagai jenis kelamin. Dengan merentangkan tangan selama kurang lebih 5-8 detik setelah menekan tombol start, maka akan keluar angka prosentase 20 %. Prosentase angka 20% yang tertera pada alat tersebut adalah prosentase kadar lemak pada tubuh yang mempunyai berat badan 70 kg.

Phaidon menjelaskan prosentase kadar lemak yang harus dimiliki seorang atlet adalah di bawah 20%. Dengan kadar lemak di bawah 20%, maka tubuh akan seimbang dan dapat dikatakan prima. "Bahkan untuk seorang atlet, kadar lemak di tubuh haruslah seminimal mungkin," ujarnya kepada para pemain.

Usai mendengarkan penjelasan dari Phaidon, semua pemain diminta untuk mengukur kadar lemaknya masing-masing sebagai data awal untuk menjalani program yang akan diterapkannya, dengan bantuan penjelasan dari dua asistennya, Ivan dan Rika. Data awal ini akan menjadi bahan bagi Phaidon melihat hasil perkembangan setiap harinya

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More