Akhirnya PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menempuh jalur yang cukup keras untuk menekan kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh oknum bobotoh ketika menggunakan sarana kereta api. PT KAI membatalkan 2 jadwal kereta api dan mengalihkan 4 jadwal kereta api lainnya ke arah utara pada hari Jumat besok (18/03/2011).
Keputusan ini dibuat karena bobotoh kerap kali membuat kerusakan atas fasilitas kereta api dan juga bentrok dengan masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta api. Apalagi, tidak ada kejelasan ganti rugi jika terjadi pengrusakan, baik kerusakan atas gerbong ataupun kerusakan yang menimpa masyarakat tersebut. Keputusan ini dinformasikan oleh Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung, Bambang Setyo Prayitno.
Kereta api yang akan dibatalkan keberangkatannya adalah kereta api ekonomi KA936 jurusan Cibatu – Purwakarta dan KA937 jurusan Purwakarta – Cibatu. Adapun kereta yang dialihkan adalah 2 kereta ekonomi Serayu jurusan Jakarta Kota – Kroya siang dan malam, dan 2 kereta Serayu jurusan Kroya – Jakarta Kota siang dan malam. Kereta Serayu yang biasanya melewati jalur selatan, dialihkan ke utara melalui kota Cirebon.
Walaupun dipastikan akan mengalami keduan materi, namun Bambang mengatakan bahwa PT KAI lebih menghindari kerugian non-materi berupa aspek sosial dan keamanan. PT KAI lebih memperhatikan keamanan masyarakat sekitar rel yang kerap kali menjadi korban keberingasan bobotoh. Bambang menjelaskan bahwa bobotoh selalu bentrok misalnya dengan masyarakat sekitar Ciroyom dan Kiaracondong Bandung.
“Titik-titik bentrokan kerap terjadi di daerah Ciroyom-Andir dan setelah stasiun Kiaracondong di Bandung sebelah timur. Masyarakat memang sudah antipati dengan ulah mereka,” kata Bambang.
Di sisi lain, keputusan ini didasari oleh tidak adanya kejelasan ganti rugi yang selalu dialami PT KAI jika ada kerusakan baik di gerbong maupun lokomotif. Tercatat PT KAI mengalami kerugian sampai 600 juta akibat kerusakan yang ditimbulkan.Keputusan ini sebenarnya juga menyelamatkan bobotoh sendiri karena tercatat 3 bobotoh tewas terjatuh dari kereta api di tahun lalu. Jadi keputusan ini merupakan pengorbanan PT KAI untuk mencegah kerugian baik di pihak PT KAI sendiri, masyarakat, dan bobotoh.
“Kami selamatkan penumpang, masyarakat sekitar, dan suporter sepakbolanya juga. Dari pada semua mengalami kerugian, biar kami yang mengalah walaupun harus rugi jutaan rupiah,” tutup Bambang.


